CONTOH IKLAN

Kisah Terbunuhnya Ubay bin Khalaf dengan Satu Goresan Luka Saja

Advertisement

CONTOH IKLAN

CONTOH IKLAN
Bismillah, diartikel kali ini admin membahas tentang kisah terbunuhnya Ubay pada zaman Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam cuman dengan satu goresan luka saja oleh nabi saat peperangan.
Ubay bin Khalaf adalah musuh besar Islam dari kaum musyrikin Mekkah. Suatu ketika sebelum hijrah, Ubay bin Khalaf pernah berkata kepada Nabi saw., “Saya telah memelihara seekor kuda dan saya telah memberinya cukup makan. Dan dengan kuda itu saya akan membunuhmu hai Muhammad!” (Naudzubillahi min dzalik). Sabda Nabi saw. “Insya Allah, saya yang akan membunuhmu!” Ketika tiba peperangan Uhud. Ubay bin Khalaf mencari Nabi saw., lalu ia berkata, “Jika pada hari ini Muhammad lolos dariku, niscaya aku yang akan celaka!” Dalam pertempuran itu ia dapat menemukan Nabi saw.. Melihat hal itu, maka para sahabat ra. hendak membunuhnya, namun Rasulullah saw. mencegah mereka. “Biarkanlah dia mendekat.” Ketika ia telah mendekat, Nabi saw, menarik sebilah tombak dari salah seorang sahabat beliau, lalu beliau lemparkan tombak itu ke arahnya sehingga tongkat itu menggores sedikit lehernya. Meskipun hanya berupa goresan dilehernya, tetapi ia terjatuh dari kudanya hingga beberapa kali jatuh bangun. Kemudian ia berlari ke arah pasukannya sambil berteriak, “Demi Tuhan! dia (Nabi saw.) telah membunuhku!” Meskipun teman-temannya berusaha menenangkannya, dan mereka berkata kepadanya bahwa itu hanya sekedar goresan saja, tidak perlu dikhawatirkan, namun ia tetap berkeyakinan demikian, karena ketika di Mekkah, Muhammad (saw.) telah berkata akan membunuhnya. “Demi Tuhan! Seandainya Muhammad (saw.) hanya meludahiku pun, aku yakin pasti aku mati juga olehnya!” Ubay bin Khalaf terus berteriak seperti seekor sapi jantan.
Abu Sofyan, yang ketika itu panglima perang, berusaha membujuk Ubay bin Khalaf, dan mengatakan kepadanya bahwa itu hanya sebuah goresan saja, “Tidak perlu takut.” Dia menjawab, “Tahukah kamu, siapakah yang telah melukaiku ini?, dialah Muhammad (saw.)! Aku bersumpah demi Latta dan Uzzah! Andaikan, penderitaanku ini menimpa semua orang yang ada di Hijaz, maka mereka semua akan binasa! Di Mekkah, Muhammad (saw.) telah berkata kepadaku bahwa ia akan membunuhku, dan ketika itu juga hatiku telah yakin sepenuhnya, bahwa aku akan mati di tangannya. Aku tidak dapat terhindar darinya. Jikalau setelah berkata demikian, Muhammad (saw.) meludahiku saja, pasti aku akan mati di tangannya.” Akhirnya, dalam perjalanan pulang sehari sebelum tiba di kota Mekkah, Ubay bin Khalaf meninggal dunia.

Hikmah dari kisah diatas

Kita sebagai umat Islam seharusnya menjadikan hal itu sebagai pelajaran bagi. Seorang yang kafir tulen, yang memusuhi Rasulullah saw., sangat yakin atas ucapan Nabi saw.. Ia tidak meragukannya sedikit pun tentang kematiannya, yang telah disabdakan oleh Nabi saw.. Namun, kita yang mengaku sebagai pengikut Rasulullah saw., bahkan mengaku sebagai pengikutnya yang taat, dan mengaku benar-benar meyakini setiap ucapan beliau, kita yang mengaku benar-benar mencintai beliau, dan menyombongkan diri sebagai umat beliau., lalu yang manakah di antara sabdaan-sabdaan Nabi saw. itu yang telah kita amalkan? Dan sampai sejauh manakah kita takut atas adzab-adzab yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw. kepada kita? Ini suatu hal yang penting untuk dipikirkan oleh setiap muslim, sebelum kita membicarakan urusan orang lain.

Advertisement

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.